Jumat, 06 Januari 2012

Reka Ulang Perampokan Pengisi ATM di Semarang Diwarnai Kejanggalan

Semarang -
Reka ulang perampokan mobil pengisi ATM yang membawa uang Rp 2,4 miliar di Semarang, Jawa Tengah diwarnai kejanggalan. Keterangan para saksi terkait kejadian itu berbeda-beda.

Dalam reka ulang di ATM BCA Apotek Bina Sehat, Jalan Kalimas Raya, Tanah Mas, sopir mobil pengisi ATM, Guntur dan polisi pengawal, Bripka Eko SW (sebelumnya ditulis Briptu) memberi keterangan berbeda.

"Pelaku nodongnya ke siapa?" tanya penyidik kepada para saksi, Jumat (6/1/2012).

Guntur menjawab dirinya yang ditodong pistol. Ketika ditanya lagi, Eko menyatakan todongan senjata pelaku mengarah padanya. Lalu, keduanya mengaku ditodong bersamaan.

"Sebentar, sebentar. Senjata itu kan moncongnya satu, jadi mengarah ke siapa?" tanya penyidik lagi.

Baik Guntur maupun Eko mengatakan todongan itu mengarah ke keduanya.

Selain tidak klopnya keterangan saksi korban, keganjilan juga terlihat dari ditinggalkannya kunci besi pelindung oleh petugas pengisi ATM, Chairul. "Kuncinya jatuh, jadi karena terburu waktu, saya tidak menguncinya kembali," kata Chariul kepada penyidik.

Berdasarkan pengakuan korban, pelaku menodongkan senpi sehingga mereka tak berkutik. Mobil pengisi uang ATM berjenis Gran Max milik PT Andalan Artha Lestari tersebut dibawa kabur beserta uang Rp 2,4 yang tersimpan dalam karung yang diletakkan dalam tralis besi tak terkunci.

(try/did)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar