Jumat, 06 Januari 2012

Kemenkes Turun Tangan Atasi Chikunguya di Depok

Jakarta -
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan mengatasi wabah demam cikungunya yang diderita oleh 196 warga Depok, Jawa Barat. Kemenkes mencatat, sejak Novemer 2011 hingga Januari 2012, Chikunguya terjadi di 3 Kelurahan di Kota Depok.

"Tentang chikunguya di Depok, tim DitJen P2PL Kemenkes sudah turun ke lapangan bersama Dinas Kesehatan Kota Depok," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (7/1/2012).

Menurut Tjandra, proporsi penderita 56,5 persen menyerang perempuan dan 43,5 persen menyerang laki-laki. Paling banyak chikunguya diderita pada kelompok umur diatas 31-40 tahun dengan 42 kasus dan kelompok umur 10-20 dan 21-30 tahun masing-masing dengan 37 kasus.

"Kondisi lingkungan rumah dan di dalam rumah sangat berpotensi terjadi penularan chikungunya," katanya.

Untuk menanggulangi chikungunya di Depok kata Tjandra, Kemenkes sudah membuka posko pengobatan di lokasi terdekat yang beroperasi selama 24 jam. Dilakukan juga penyuluhan kepada masyarakat agar mencegah gigitan nyamuk penular chikungunya dengan PSN 3M-plus.

"Apabila menderita gejala demam, nyeri persendian dan sakit kepala segera berobat ke Posko," saran Tjandra.

Upaya pengendalian Chikunguya menurut Tjandra pada dasarnya sama dengan pengendalian demam berdarah, yaitu dengan diberi obat penurun panas dan obat nyeri sendi. Kebersihan lingkungan juga harus diperhatikan, perlu dilakukan penyemprotan untuk membunuh nyamuk.

"Bersihkan lingkungan dari jentik dan genangan air ( PSN ) secara teratur seminggu sekali dan lebih sering ketika setelah hujan turun. Semprot wilayah untuk membunuh nyamuk," pesan Tjandra.

(did/did)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar